Cari Blog Ini

Senin, 08 November 2010


 RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

PENDAHULUAN
           
Tempat tinggal merupakan kebutuhan pokok manusia yang harus terpenuhi. Kebutuhan akan tempat tinggal pada saat ini terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi bangunan, dan sistem pengelolaan (manajemen) pada pembiayaan suatu perumahan dapat menjadikan pembiayaan suatu perumahan menjadi lebih murah. Namun bila dalam pengelolaan pembuatan suatu bangunan tidak ditangani secara hati-hati maka akan terjadi pembengkakan biaya yang seharusnya dapat dicegah apabila dikelola dengan baik sehingga dapat ditentukan kisaran harga (perkiraan harga) yang dapat dijadikan acuan dalam membangun suatu rumah.

1.1    Situasi Proyek

1.1.1   Luas Bangunan dan Luas Tanah

            Proyek yang akan dihitung dalam Rancangan “Rencana Anggaran Biaya” ini adalah rumah tinggal dua lantai milik Bapak Dr. Warqah Helmi yang terletak diareal perumahan penduduk Blower Banda Aceh. Rumah tinggal dua lantai ini mempunyai luasan bangunan 322 m2 dan  luas tanah 354 m2.

1.1.2   Bentuk / Tipe Bangunan

Bentuk rumah yang akan dihitung dalam proyek ini merupakan rumah tinggal berlantai dua dengan komposisi sebagian bertingkat, selain itu rumah yang direncanakan ini adalah rumah yang  sehat.
Bangunan rumah yang akan dibangun Type 200 dengan spesifikasi rumah permanent, beratap genteng seng dan konstruksi kuda-kuda menggunakan kayu kelas kuat II yang terdiri dari 4 kontruksi kuda-kuda yang berbeda ukuran. Bangunan rumah tinggal dua tingkat ini terdiri dari 6 kamar tidur, 3 kamar mandi, dapur, ruang makan, ruang tamu, gudang dan garasi dengan fasilitas pekerjaan luar yang lengkap.
 Pondasi bangunan bertumpu pada lapisan tanah keras dengan menggunakan pondasi menerus dan pondasi tapak. Bangunan tersebut menggunakan sloof 25/40, balok 25/40, ringbalk 15/20 dan kolom utama 25/25.

 1.1.3   Lokasi Proyek


Proyek pembangunan rumah berlantai dua ini berlokasi di Jalan Gunung Keumala Kelurahan Blower Kotamadya Banda Aceh. Bangunan tersebut terletak diareal perumahan penduduk. Proyek perumahan ini dari sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Seutui, dari sebelah barat dan utara berbatasan dengan  Punge.


 1.2    Metodelogi Perencanaan

Untuk mendapatkan hasil dari suatu perencanaan yang baik, maka harus dilakukan dengan metode yang baik. Tahap perencanaan akan dimulai dengan mengumpulkan data, gambar bestek, daftar harga satuan bahan bangunan dalam kota Banda Aceh, perhitungan volume satuan bahan, analisa harga satuan, perhitungan biaya dan estimasi biaya.


LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN MATERIAL JALAN RAYA

 Latar Belakang

            Konstruksi jalan raya khususnya untuk lalu lintas padat dan lalu lintas berat memerlukan stabilitas yang tinggi, untuk itu perlu diperhatikan kelayakan dari kondisi perkerasan jalan secara keseluruhan yaitu kestabilan konstruksi mulai dari lapisan permukaan (Surface Coarse) sampai ke lapisan tanah dasar (subgrade).
            Dalam stabilitas konstruksi jalan sangat terkait dengan jenis dan komposisi agregat, aspal dan filler yang digunakan. Oleh karena itu dilakukan percobaan–percobaan     terhadap benda uji yang merupakan komponen utama dari campuran aspal beton.
            Penggunaan agregat alam sebagai bahan konstruksi telah banyak sekali dimanfaatkan karena persediaannya yang cukup banyak dan harganya yang relatif murah. Material agregat yang dipergunakan pada praktikum ini diperoleh dari mesin pemecah batu yang berlokasi di desa  Lampisang (Jl. Banda Aceh – Medan Km 37,5). Berdasarkan besar (ukuran) partikel-partikel agregat, maka agregat dapat dibedakan atas agregat kasar, agregat halus, serta abu batu/mineral filler. Agregat kasar adalah agregat yang tertahan saringan No. 8, dimana berfungsi memberi kekuatan pada campuran. Agregat halus adalah agregat yang lolos saringan No. 8  dan tertahan saringan No. 200. Agregat halus berfungsi sebagai pengisi ruang antar butir agregat kasar sehingga meningkatkan stabilitas campuran karena terjadi penguncian (interlocking) antar agregat.
            Aspal yang digunakan yaitu aspal keras/panas dengan penetrasi 60/70 produksi PT  Pertambangan  Minyak Nasional (PT PERTAMINA). Aspal ini berguna  untuk pembuatan atau pekerjaan konstruksi perkerasan jalan raya.
             Menurut Sukirman (1995), abu batu/mineral filler adalah agregat halus yang umumnya lolos saringan No. 200, yang diperoleh dari hasil sampingan pabrik-pabrik semen dan mesin pemecah batu. Dalam praktikum ini bahan yang digunakan sebagai pengisi/filler adalah berupa Portland Cement dimana merupakan jenis bahan pengisi yang digunakan dalam campuran aspal dan bersifat mengikat campuran tersebut. 

 Tujuan

            Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memeriksa tingkat perkerasan aspal dimana aspal bersifat elastis jika menerima beban, sehingga dapat memberi kenyamanan bagi pengguna jalan.          
            Selain itu pemeriksaan yang dilakukan terhadap agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain untuk mendapatkan mutu perkerasan jalan. Alat ukur yang digunakan untuk menentukan kekuatan agregat maupun hasil pencampuran adalah Marshall Test. Penggunaan alat Marshall Test merupakan suatu metode yang telah lazim digunakan dalam perencaan jalan raya dan lapangan terbang.
            Dalam praktikum ini, pengujian-pengujian yang dilakukan adalah :
            a. Pengujian sifat-sifat fisik aspal meliputi :
1.       Titik lembek aspal;
2.       Penetrasi aspal.
3.       Berat jenis aspal;
4.       Daktilitas aspal;
b. Pengujian sifat-sifat fisik agregat meliputi :
1.    Berat jenis agregat kasar dan penyerapan agregat kasar ;
2.    Kekuatan agregat terhadap tumbukan;
3.    Berat isi agregat;
4.    Keausan agregat dengan mesin Los Angeles.
5.    Indeks Kepipihan.
6.    Indeks kelonjongan.

LAPORAN KERJA PRAKTEK


PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG
MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI SEUTUI
BANDA ACEH

Latar Belakang
 
Pemerintah Republik Indonesia khususnya Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dalam mewujudkan pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari sarana dan prasarana yang belum terwujud sampai dengan rehabilitasi dan rekonstruksi sarana dan prasarana yang sudah ada. Antara lain adalah pembangunan berbagai macam bangunan gedung, jalan, bendungan,  jembatan dan lapangan terbang serta masih banyak lagi jenis sarana dan prasarana yang telah atau sedang dan akan terus diupayakan pembangunannya demi terlaksananya kehidupan yang aman dan sejahtera.
Dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi di Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya dalam di bidang pendidikan, Satuan Kerja Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (Satker BRR) Bidang Pendidikan, Kesehatan Dan Gender Regional I telah merealisasikan Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Seutui Banda Aceh, Kota Banda Aceh guna meningkatkan dan memajukan mutu pendidikan serta kebudayaan Aceh. Dalam proses tahap rekonstruksi saat ini, maka sangat dirasakan perlu adanya peningkatan sarana pendidikan ke arah yang lebih baik dan berkompeten.
Proyek Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Seutui yang terletak di Kelurahan Seutui Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh ini merupakan proyek pembangunan ulang yang dahulu bangunan lantai 1 menjadi lantai 2 sebagai penunjang bagi fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di daerah tersebut. Gedung ini terdiri dari dua lantai dan mempunyai luas bangunan 540 m2, dengan total biaya pelaksanaan sebesar Rp. 1.410.910.000,00 (satu milyar empat ratus sepuluh juta sembilan ratus sepuluh ribu rupiah). Dana pembangunannya berasal dari BRR NAD-Nias, yang dimulai pada tanggal 14 Januari 2008.
Pelaksanaan fisik Proyek Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Seutui ini dilakukan oleh PT. Alam Baru Jaya sebagai kontraktor pelaksana yang merupakan kontraktor asal Nanggroe Aceh Darussalam, sedangkan perencana (konsultan perencana) oleh CV. Supernova yang berasal dari Banda Aceh dan pengawasan pekerjaan (konsultan pengawas) dilakukan oleh CV. Ardhika Pratama yang juga berasal dari Banda Aceh.
Lokasi Proyek Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Seutui ini berada di kawasan Seutui, Kota Banda Aceh, dengan batasan-batasan sebagai berikut:
-          sebelah utara berbatasan dengan rumah Mesjid Taqwa,
-          sebelah timur berbatasan dengan Krueng Daroy,
-          sebelah selatan berbatasan dengan Rumah Warga,
-          sebelah barat berbatasan dengan Rumah Warga.
Lokasi proyek tersebut untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran A.4 halaman 55.
Ketinggian lantai 1 (peil ± 0.00) gedung ini diambil sama dengan permukaan badan jalan (Jalan Sultan Alaidin Johansyah) dan ketinggian pondasi pada kedalaman -3 m dari muka tanah. Dari pengamatan secara visual, tanah pada lokasi proyek ini dapat digolongkan sebagi tanah pasir berlempung.

Tujuan Kerja Praktek

Kerja praktek merupakan mata kuliah yang harus diselesaikan untuk memenuhi persyaratan kurikulum perkuliahan jenjang strata 1 (S1) pada Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Adapun tujuan kerja praktek adalah untuk melihat secara langsung kegiatan dalam pekerjaan konstruksi di lapangan, dengan demikian mahasiswa dapat membandingkan antara pelaksanaan pekerjaan di lapangan dengan teori-teori yang telah diperoleh di bangku kuliah sehingga dapat menambah wawasan dan pengalaman bagi mahasiswa.

Kedudukan Penulis

            Berdasarkan Surat Pengantar Kerja Praktek mahasiswa nomor 012/H.11/1.3.1/I/DT/2008 tanggal 23 Februari 2008 dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unsyiah yang ditujukan kepada pimpinan perusahaan kontraktor pelaksana Proyek Pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri Seutui, PT. Alam Baru Jaya, penulis ditempatkan di lapangan sebagai mahasiswa kerja praktek. Penulis berada di bawah bimbingan dan pengawasan kepala pelaksana selama kurang lebih dua bulan, berdasarkan Surat Keputusan nomor 0150/KP/ABJ/II/2008 yang dikeluarkan oleh PT. Alam Baru Jaya  terhitung mulai tanggal  29 Februari 2008 sampai dengan 29 April 2008.