Cari Blog Ini

Senin, 08 November 2010

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUJIAN MATERIAL JALAN RAYA

 Latar Belakang

            Konstruksi jalan raya khususnya untuk lalu lintas padat dan lalu lintas berat memerlukan stabilitas yang tinggi, untuk itu perlu diperhatikan kelayakan dari kondisi perkerasan jalan secara keseluruhan yaitu kestabilan konstruksi mulai dari lapisan permukaan (Surface Coarse) sampai ke lapisan tanah dasar (subgrade).
            Dalam stabilitas konstruksi jalan sangat terkait dengan jenis dan komposisi agregat, aspal dan filler yang digunakan. Oleh karena itu dilakukan percobaan–percobaan     terhadap benda uji yang merupakan komponen utama dari campuran aspal beton.
            Penggunaan agregat alam sebagai bahan konstruksi telah banyak sekali dimanfaatkan karena persediaannya yang cukup banyak dan harganya yang relatif murah. Material agregat yang dipergunakan pada praktikum ini diperoleh dari mesin pemecah batu yang berlokasi di desa  Lampisang (Jl. Banda Aceh – Medan Km 37,5). Berdasarkan besar (ukuran) partikel-partikel agregat, maka agregat dapat dibedakan atas agregat kasar, agregat halus, serta abu batu/mineral filler. Agregat kasar adalah agregat yang tertahan saringan No. 8, dimana berfungsi memberi kekuatan pada campuran. Agregat halus adalah agregat yang lolos saringan No. 8  dan tertahan saringan No. 200. Agregat halus berfungsi sebagai pengisi ruang antar butir agregat kasar sehingga meningkatkan stabilitas campuran karena terjadi penguncian (interlocking) antar agregat.
            Aspal yang digunakan yaitu aspal keras/panas dengan penetrasi 60/70 produksi PT  Pertambangan  Minyak Nasional (PT PERTAMINA). Aspal ini berguna  untuk pembuatan atau pekerjaan konstruksi perkerasan jalan raya.
             Menurut Sukirman (1995), abu batu/mineral filler adalah agregat halus yang umumnya lolos saringan No. 200, yang diperoleh dari hasil sampingan pabrik-pabrik semen dan mesin pemecah batu. Dalam praktikum ini bahan yang digunakan sebagai pengisi/filler adalah berupa Portland Cement dimana merupakan jenis bahan pengisi yang digunakan dalam campuran aspal dan bersifat mengikat campuran tersebut. 

 Tujuan

            Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memeriksa tingkat perkerasan aspal dimana aspal bersifat elastis jika menerima beban, sehingga dapat memberi kenyamanan bagi pengguna jalan.          
            Selain itu pemeriksaan yang dilakukan terhadap agregat dan hasil campuran agregat dengan material lain untuk mendapatkan mutu perkerasan jalan. Alat ukur yang digunakan untuk menentukan kekuatan agregat maupun hasil pencampuran adalah Marshall Test. Penggunaan alat Marshall Test merupakan suatu metode yang telah lazim digunakan dalam perencaan jalan raya dan lapangan terbang.
            Dalam praktikum ini, pengujian-pengujian yang dilakukan adalah :
            a. Pengujian sifat-sifat fisik aspal meliputi :
1.       Titik lembek aspal;
2.       Penetrasi aspal.
3.       Berat jenis aspal;
4.       Daktilitas aspal;
b. Pengujian sifat-sifat fisik agregat meliputi :
1.    Berat jenis agregat kasar dan penyerapan agregat kasar ;
2.    Kekuatan agregat terhadap tumbukan;
3.    Berat isi agregat;
4.    Keausan agregat dengan mesin Los Angeles.
5.    Indeks Kepipihan.
6.    Indeks kelonjongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar